Impulsive Trip to Bandung
Sabtu yang lalu (11/Oct), sedang ada makam malam (sekitar jam 20-an WIB) bersama teman-teman SMA, dan entah ada angin apa yang berhembus, cerita punya cerita, tiba-tiba muncul ajakan untuk pergi ke Bandung. Hampir semua menyatakan bisa untuk pergi ke Bandung, hanya 1 orang yang bilang tidak saat itu. Namun setelah dibujuk dengan berbagai cara hanya ia menyanggupkan untuk ikut pergi namun harus ada persetujuan dari orang tua dulu
(dan dapat juga persetujuannya).
Sepulang mengantar masing-masing personil yang hendak mengikuti trip ke Bandung untuk berkemas, ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 00:11-an WIB. Dan perjalanan weekend menuju Bandung pun dimulai. Tak lupa pula untuk mengupdate status Facebook via Twitter
Karena tidak ada yg tahu pasti jalan ke Bandung, maka dalam Tol Cikampek – Padalarang, driver selalu mengikuti petunjuk plang yg tertuliskan arah menuju Bandung. Dan ketika mulai adanya percabangan kiri dan kanan, selalu ditanyakan ini kemana ni, kiri atau kanan? Kecemasan pun benar-benar terjadi setelah ada percabangan ke arah Lembang dan Kopo, kami malah mengambil jalan ke arah Kopo. Dan salah satu dari kami yg baru terbangun dari tidur ayamnya mengatakan, bukannya harusnya ngambil ke arah Lembang ya. Oops. Mulai harap-harap cemas, semoga exit tol berikutnya tidak menjauhkan kami dari Bandung.
(sekitar 02:40-an WIB) Sekeluarnya di exit tol Kopo, tanya ke mas penjaga pos exit tolnya ke arah Bandung (pusat kotanya). Ok, hm, hm, akhirnya ke arah pusat kota Bandung sesuai petunjuk masnya. Dan masalah selanjutnya adalah cari tempat nginapnya itu dimana. Dari pengalaman teman yang pernah ke Bandung semuanya kasi masukan tempatnya dimana dan mana. Tapi tak ada seorang pun yang tahu pasti caranya ke situ itu gimana :-/ Dan akhirnya pencarian coba dilakukan dengan menggunakan Google Maps yang terinstal di N71-ku dan Maps/GPS di E71 teman.
Sembari mobil berjalan akhirnya ya coba-coba dengan sedikit berkeliling di Bandung untuk mencari penginapan. Dan ternyata jam 03-an akhirnya nemu 1 Hotel tapi penuh, weks. Akhirnya nanya lagi hotel lain yg terdekat ada di sebelah mana. Dan akhirnya benar de, ketemu Hotel Achino (kalau gak salah). Awalnya cuma 2 orang dulu yg turun dari mobil untuk check-in kamar
takutnya kalau langsung 7. Haha dengan kamar seluas sekitar 3×3 untuk 7 orang dengan rate 180.000 Rp, mayan mayan. Dan pas teman yg lain mau masuk kamar ternyata petugas hotelnya rada keberatan kalau 1 kamar dimasuki 7 orang, dan akhirnya ya sudahlah nanti bayarnya nambah lagi lah mas, OK dong, daripada check-in 1 kamar lagi. Dan kemudian Tidur (sekitar (beberapa menit) hampir jam 04).
Jam 06 kurang, harus bangun dengan mata yg masih mengantuk, dan menunggu giliran mandi. Setelah semuanya siap maka selanjutnya adalah cari sarapan sebelum perjalanan ke kawah putih dimulai. Dengan bantuan satpam akhirnya bisa nemu tempat makan pagi Nasi Uduk/Kuning yg maknyus buat makan pagi :yummy: (gak jauh dari hotel lagi).
Dan perjalanan ke Kawah Putih pun dimulai (jam 08-an), kali ini driver dipandu oleh Maps dari Nokia 5800, yg bisa kasi tau turn left | turn left | keep driving until x km. Memang ajib dan benar-benar membantu sekali untuk trip dadakan yg buta lokasi tujuan.
Sesampainya di Kawah Putih (jam 10-an), ajib sekali liat lokasi wisatanya. Viewnya bagus, sungguh dapat menyejukkan hati dan mata (memang agak lebay, tapi ya begitulah
)
Setelah Kawah Putih, tujuan selanjutnya adalah balik ke Bandung untuk menyinggahi Factory Outlet Rumah Mode dan Kartika Sari. Dalam perjalanan kembali ke Bandung, di daerah Kopo ternyata ada Kartika Sari, dan kami tidak singgah disitu karena ada teman yg bilang kemungkinan harga disitu lebih mahal dibanding yg dipusatnya (yg dekat stasiun) dan driver pun memang tidak berhenti ke sana.
Kali ini tidak dipandu oleh 5800 karena sudah lowbatt
akhirnya dipandu oleh E71 x N71. Dan saat dah mau dekat ke FO Rumah Mode, ternyata polisi memasang cone yg ditalikan untuk memblok agar kendaraan yg diseberang tidak bisa belok untuk masuk ke Rumah Mode. WTF! Akhirnya gak jadi ke Rumah Mode. Selanjutnya adalah mencari Kartika Sari terdekat. Dan nyasar-nyasar juga, akhirnya nanya ke orang lain yg kebetulan di pinggir jalan, arah ke stasiun kereta dengan maksud mau ke Kartika Sarinya. Dan waktu pun dah menunjukkan pukul 16-an, tujuan selanjutnya tentunya balik ke Jakarta.
What a fun, “extraordinary“, unexpected trip with high school friends.
Harddrive revert to PIO
Huff, what the fuzz… last night while i was listening to mp3, i try to move file from 1 partition to another partition. And suddenly, the song that i played pause for a while. And continued to play again after the transfer finished. And then i tried to transfer bigger file, and the transfer rate is only 2MB/s. DAMN!
This reminded me of the problem i had several months ago, that the harddrive is so slow. The solution for the problem last time was the SATA cable that was loose. Just change the cable with newer (and of course better) one, the problem is solved. But now, the problem just arise, and i didn’t do anything wrong (like opened the case, and switched any cables or what).
Then i checked all the processes via Sysinternals Process Explorer, i saw the Hardware Interrupts is high (@ 1 processor core). Then I tried to google everything related to “cpu interrupts“. Then i started to read and read from page to page. In the background, I run CheckDisk utility to the harddrive that I suspected to be faulty (I thought there could be bad sectors). It spend hours to finish the check disk, and result that there’s no bad sector. That i try to run Seagate “Seatools for Windows“. Try almost all of the scan type. All passed.
Then i googled “PIO” (cause normally transfer mode for IDE Channel is DMA) (in my case). I just need to change the transfer mode from PIO to DMA to solve my problem. There’s a solution to change it back to DMA via Device Manager. In Device Manager dialog go to IDE/ATA/ATAPI controllers, and check the transfer mode. If the current transfer mode is PIO, go to the Driver tab, uninstall it. And then reboot your computer so Windows can reinstall the driver and detect to device connected to the controller and set the transfer mode to best: DMA (CMIIW).
But I browsed page that give more detail about the problem and the solution for it. I just downloaded the *.vbs, i run it and reboot. Bingo! the state of my harddrive back to normal (transfer mode set back to DMA). Damn It! For hours I’d been trying to solve this situation, yet the solution is just that simple. I don’t know whether the upper paragraph solution can help, cause I didn’t have a chance to try it
Just relieve, that I can fix this frustrating situation. *phew*
Quote from ? (I forget the site
):
“There’s no thing such a stupid question, but there’s thing called simple answer“
TransJakarta 12092009
Kemarin saat hendak ke dufan (via TransJakarta), dalam perjalanan menuju shelter Harmoni, melewati dulu busway di kedoya, tepatnya di dekat Green Garden. Nah, disitu ada jalur kereta, dan kebetulan bis TransJakarta sudah melewati jalur kereta dan ternyata jalan di depannya tersendat (macet). Dan terdengar suara sirine (pertama kukira itu sirine polisi), lalu kubilang itu sirine kereta ya?! Dan kulihat kebelakang jalan, kenapa tidak ada palang untuk menghalangi biar kendaraan tidak bisa maju gitu. Dan kulihat lagi bagian belakang bis. WTH. bagian ‘bokong’ terlihat seperti masih di atas rel (lewat dikit).
Sopir bis pun memberitahu kepada seluruh penumpang agar untuk tetap tenang. Penumpang-penumpang yang duduk di bagian belakang bis pun mulai bergerak ke tengah bis karena bis saat itu masih belum bisa maju. Beberapa detik kemudian bis pun bisa maju untuk ‘keluar’ dari jalur kereta. Dan beberapa saat kemudian, kereta pun lewat (kecepatannya gak terlalu tinggi). [dan penumpang pun lega semuanya].
Sesampainya di Harmoni, transit, pindah ke bis yg ke arah Senen untuk Transit lagi. Saat di dalam bis, karena ada 1 teman lagi yg baru join (ketemuan) di bis ini, maka sharing/cerita-cerita pun dimulai (termasuk cerita bis hampir ditabrak kereta tadi). Sempat ngikik/tertawa cukup keras jg. Kondektur pun memperingatkan ke kami untuk tetap tenang (tidak berisik) karena ini TransJakarta BUKAN bis kota biasa. Suasana pun berhenti sebentar. Beberapa saat kemudian, cerita pun dimulai lagi, dan ngikik lagi
) Kondektur pun kali ini menegur dan akan memberikan sanksi dengan menurunkan kami di pemberhentian berikutnya bila kami berisik satu kali lagi.
Kali ini kami pun benar-benar tenang ( berusaha untuk tidak berisik lagi), entah kenapa juga kondektur tersebut lagi strict begitu. Setelah sempat ditelusuri, mungkin dikarenakan ada teman yg tidak ngelakuin permintaannya. Begini, jalur untuk penumpang yg berdiri biasanya terbagi kiri dan kanan. Dan kebetulan teman yang di kanan, dia menghadap ke kiri. Kondektur pun menginstruksi temanku itu untuk menghadap ke kaca. (karena instruksi cuma segitu) Well, semua sisi bis juga ada kacanya Pak :-s Teman aku pun sepertinya tidak merubah posisi berdirinya waktu itu
Sesampainya di shelter senen, kemudian pindah bis untuk terakhir kalinya untuk ke Ancol. Dan saat masuk ke bisnya. Wow, semuanya sepertinya rombongan yg mau ke Ancol dan hampir dari depan sampai ke belakang terdengar suara chit-chat rombongannya. Kali ini pun, terlihat stiker peraturan di dalam TransJakara: larangan merokok; utamakan wanita hamil, lansia, penyandang cacat untuk duduk; larangan makan dan minum di dalam bis; dan yg terakhir adalah 60 km/jam. Tidak terlihat adanya larangan untuk berbicara :-ss
OK. memang rada aneh dan bisa dibilang unik jg pengalaman menggunakan TransJakarta ini. Memang nggak ada maksud dari kami untuk tidak turut pada instruksi dari kondektur tersebut. Hanya saja hasrat untuk sharing cerita (cerita lucu) begitu tinggi kalau udah ketemuan, dan kalau udah mau ketawa susah mau nahannya
1Rp/kB?
Kemarin (10 September 2009) aku menerima sms dari sepupu yg menanyakan apakah tarif GPRS Indosat naik? Tertulis di sms-nya kalau dia hanya buka homepage facebook dari Opera Mini (setting image off), terdownload pagenya sebesar 5kB. Tentu kalau dilihat begitu pulsa akan terpotong 6kB, karena ditambah PPN 10%. 10% dari 5 adalah 0.5 dinaikkan jadi 1 Rupiah penuh. Tapi pulsanya malah terpotong 20-an Rp katanya.
Maka aku pun mencoba untuk online via Opera Mini. Handphone ternyata lagi error. Kureply sementara: lagi gak bisa connect ni >.< harusnya si masih 1 Rp / kB, karena di tulisan saat kita cek pulsa di *388# masih ada tulisan internet 1Rp/kB.
Percobaan pun ditunda hingga malamnya, karena HP kerestart sendiri (lagi butut-bututnya ni HP, kadang bisa restart sendiri). Karena baru startup, cobalah Opera Mini, buka halaman yg sama: Facebook, di loading bar Opera Mini ada tulis x / 5 kB. Tapi karena itu hanya size di page tersebut. Maka aku pun cek log connection, ternyata session tersebut menghabiskan total 7 kB. Kemudian selanjutnya cek pulsa. Pulsa yg sebelumnya ada di angka 4309. Eh, eh, sekarang pulsa jadi 4283. Hitung tuh hitung. Pulsa berkurang Rp 26 untuk pemakaian internet sebesar 7 kB.
Apakah sistem billingnya lagi error atau kenapa? aku sendiri juga gak bisa kasi tau kenapa
?
Update
Pada malam hari tanggal 16 September 2009 lalu, saya mencoba lagi mengecek billing GPRS Indosat ini. Sepertinya sudah OK. Penggunaan sebesar 37kB dan pulsa yang terpotong adalah 40 Rupiah (37 + PPN 10%).
Semoga gak error lagi tuh sistem billingnya
Koneksi Internet
*post ulang, kok malah postnya kosong -_-’ nulis lagi dah*
Akhirya datang juga, koneksi Internet 24×7 ke kos :”> sebagai onliner kelas berat, hal ini termasuk keputusan yang cukup bimbang untuk diambil. Setelah sempat beralibi/alasan karena Internet dari kantor dan penggunaan gprs dengan Opera Mini serta untuk download kelas berat bisa ke warnet yang kecepatan download dari indowebster yang bisa mencapai 1.9MBps (stabil).
Nah pengeluaran gak tentu (variable cost kl istilah ekonominya
) kadang-kadang merasa agak berlebihan, padahal gak merasa buka web apa gitu (GPRS dengan Opera Mini). Tapi sepertinya karena sering online tiap nganggur bentar buka Opera Mini, bentar-bentar buka Opera Mini. Pulsa yg jarang dipakai untuk SMS dan telepon pun berkurang dengan cepat, padahal masa aktif masih beberapa bulan lagi :-/
Akhirnya diputuskanlah untuk pasang koneksi Internet di kos, sekalian bisa sharing juga buat room-mate. Jadi dengan fixed cost ini diharapkan bisa ngirit dan puas nge-net-nya
Biar gak ketinggalan info/berita lagi karena gak ada teve. Untungnya providernya yang kupilih ini, menyediakan web untuk nonton tv online, adapun stasiun tv nasional dan beberapa dari mancanegara.
Aku online online online online.
20 kmph
post ini berkaitan lagi dengan liburan di Ponti. 20 kmph atau 20 km / jam, itulah rata-rata kecepatan angkutan umum /angkot / oplet (bahasa setempat). Gila! lambat banget. Tapi meskipun lambat banget (bisa dikatakan begitu, sebab dibandingkan dengan kecepatan rata-rata angkutan umum di jakarta yg seperti lagi syuting film-film balapan) waktu tempuh ke tujuan, tidak memakan waktu lebih dari 1 jam, meskipun di rush hour (jam-jam sibuk). Maklumlah Ponti masih termasuk kota yg tidak terlalu besar, dan kepadatan kendaraan masih mampu ditampung luas jalan.
Untuk kota seukuran Pontianak, kendaraan Sepeda Motor, sudah memadai untuk menjangkau perjalanan. Tidak terlalu jauh, dan lebih mudah. Untuk mendapatkan motor, kl waktu lalu aku liat di surat kabar pun sudah cukup mudah dan murah untuk bawa pulang motor. Dengan uang muka 500 ribu, dah bisa bawa pulang motor (syarat dan ketentuan mungkin berlaku), terus cicilan 36x menunggu
Beberapa tahun yg lalu uang muka masih di kisaran 2 juta atau 1 juta. Sekarang malah jadi cuma 500 ribu, wew kk wew.
Karena mudahnya orang untuk membeli motor itulah, maka penumpang oplet pun menurun drastis. Masih terbayang waktu dulu, waktu masih sekolah, susahnya nunggu oplet. Kadang walau ada tempat (masih kosong) pun pelajar ogah diangkut karena tarifnya yg hampir 1/2 dari penumpang biasa. Kalau sekarang masih pilih-pilih penumpang mah, bisa gak terkejar tuh setorannya. Ada juga, waktu keluar jalan gang, dulunya oplet gak liatin. Sekarang jadi ada perhatian extra ke setiap gang yang dilewati, makanya setirnya cuma 20 km/jam. Terus kl ada orang keluar jalan gang, meski belum tentu mau naik, ditungguin bentar >.<
Kadang-kadang kalau jadi penumpang bisa bikin frustasi juga. Udah lah jalannya pelan, terus dikit-dikit, berhenti, nungguin ‘calon’ penumpang
Day 1 of (Summer) Holiday
“Biar cepat asal selamat”. Mungkin itulah pepatah yg jadi patokan dalam perjalanan menuju bandara cengkareng hari ini (2507). Flight jam 13.55, dengan rencana berangkat dari rumah pakai taxi. Pertama si, tanya ke cc dulu, mau berangkat jam berapa ni. Aku si bilangnya pertama jam 12. Aish, ternyata dikasi tau ntar waktunya mepet banget, keburu gak tu. Ya dah, 11:30.
Sambil dengerin lagu, ngeset alarm dulu ke 11:11. Jam 11-an (belum alarm teng), eh ternyata dah pada siap, ya dah, ditelponin lah tu taxi biar jemput. tik tok tik tok tik tok. Uda jam 11:35. Taxinya batal!
Maka perjalanan mencari taxi ke jalan raya pun dimulai (minta k rumah dl). Karena jalan raya situ jarang dilewatin taxi, maka cari ke tempat mangkal yg terdekat, dekat komplek perumahan gt. Waks, gak ada taxi 1 pun!
Gawat ne, mulai panik, waktu uda hampir jam 12, namun belum mulai ke airport :-/ Akhirnya mutusin naek angkot dulu pergi ke pangkalan yg jauh dikit. Ada! Masuk taxi, bilangin supirnya ke sini ni sini, lewat jalan belakang, tau gak pak? oh yg itu ye, tau tau. Sampai lah pula ke tempat yg asing sekali. Bukan ini pak, salah. Ternyata salah info ke supirnya -_- terus aku ditelponin cc, udah ampe mana, tau gak supirnya (jalan)? Akhirnya supirnya yg dikasi tau cc jalan2 mana.
Akhirnya nyampai jg di rumah. Gila! Waktu uda jam 12:15, dengan flight 13:55 dari jaktim ke tangerang, dengan situasi lalin yg belum diketahui macet/lancar. Dan akhirnya shooting film taxi pun dimulai, supir ada bilang “akan saya usahain pak” (biar gak ketinggalan pesawat).
Wuih, gila dgn kecepatan rata2 di dalam tol 80 kmph, dan top speed 110 apa 120 kmph (rada lupa jg) bikin deg-degan aja seiring mepetnya waktu. Belum lg di tolnya lg ramai truk dan kontainer gt, bikin supirnya pindah2 jalur, dari kiri ke tengah, terus ke kanan, balik lg ke tengah. Gila! Gak nyangka kalau bisa nyampai di bandara jam 13:20 (kisaran). Terus ngantri masuk terminal dan check in. Eh, ada pemberitahuan kl flight dgn penerbangan ke pontianak, agar penumpangnya segera masuk ke pesawat.
phew, untung tak tertinggal. hal ini akan jd pelajaran buat aku untuk lebih baik datang lebih awal dan menunggu. btw, saat pendaratan pontianak lg diguyur hujan deras. Thanks God I have a safe and sound flight.
akakaka. Pulang rumah, home sweet home, makan nasi kuning (home made) euh, menggugah, udah lama gak makan masakan rumah. Selanjutnya, melanjut tugas, ngantar oleh-oleh dan titipan. Akhirnya siap pulang ke rumah dg diguyur gerimis dikit. aikaikaikai. ada yg bawa pulang mi (jam mien). Sep2. Makanan menjelang tidur yg udah melegenda
Off From Routines
Cuti sebanyak 5 hari. Itulah permintaan cuti yg kurequest, dan berhasil mendapat approval. 5 hari tersebut termasuk 2x akhir pekan (sabtu, minggu) aku manfaatkan sebagai moment untuk berlibur ke kampung halaman, setelah berkutat dengan rutinitas yg memberikan stress. Sekarang saatnya untuk dibalance.
Rutinitas yg akan terhenti selama kurang lebih seminggu, adalah ngantor alias kerja. Stress terutama datang dari sini ni. Jadi dengan adanya liburan ini, moga-moga setelah masuk kerja nanti pikiran jadi lebih fresh, bukan-e malah jadi kepengen liburan terus
Rutinitas yg ke-2 adalah online/Internet/download/PC. Yap, berhubung masih belum punya komputer yg mobile (notebook/netbook), dan hampir setiap hari ada di depan monitor komputer (kayak lirik lagu saykoji) ntah di kantor, kos, warnet, maka ntar di kampung ntar susah mau online. Soalnya gak ada PC di rumah, dan mau ke warnet agak jauh dan kurang dewa warnetnya, kayak yg di dekat kampus, speed lokal bisa sampai 1.2 MBps B-) mau nonton film hollywood yg dah distok jg bakal terhenti dulu. Tp kalau facebook, online GTalk/Y!m masih bisa la, dengan Opera Mini dan IM FRING yg selalu menemani.
Dan yg terakhir adalah olahraga di akhir pekan, entah itu futsal atau basket. Tp sebagai gantinya bisa bersepeda di pagi hari
hal yg gak pernah aku lakukan di jakarta.
:yawn: waktu sudah di 00:43 tanggal 25 Juli 2009. It’s today, the day that i’ve been waiting for.


![8835_1252858723495_1290352575_30759672_7920433_n [Me] @ Kawah Putih](http://sumatris.files.wordpress.com/2009/10/8835_1252858723495_1290352575_30759672_7920433_n.jpg?w=300&h=225)



Latest Comments