March 2011 Holiday – First time in HK

Setelah melalui flight dengan lama 3 jam 50 menit dari Kuala Lumpur, akhirnya sampai juga di bandara internasional Hong Kong. Flight terlama yang pernah aku tempuh sejauh ini. Begitu turun dari pesawat, tak lama ada ‘sambutan’ dari service dog, semacam anjing pelacak yg mungkin tugas untuk mendeteksi ‘sesuatu’.

HKIA - Baggage

Begitu tiba di HKIA ini, salah satu booth yang mesti dicari adalah booth tourism dari HK, yang memberikan booklet peta HK ataupun tempat-tempat untuk sigh-seeing dan juga informasi mengenai sistem transportasi MTR. It’s Free! :P

Setelah peta, nextnya adalah cari stasiun bus, kalau dari informasi web penginapan Chung Kiu Inn si memang cuma tertulis naik Airbus A11 dari bandara, terus turun di stop di area Causeway Bay. Namun tak ada yg itu bus ada di sebelah mananya bandara. Akhirnya coba tanya ke bagian informasi. Ya, meski bahasa inggrisnya kurang-kurang gimana gitu, tapi arah ke busnya sudah tau la :D

Sesampainya di loket pembelian tiket airbus, ternyata ada yang kelupaan, octopus card-nya belom didapat. Salah satu temanku mencoba menanyakan cara/dimana bisa mendapatkannya ke penjaga loket. Namun penjaganya yg waktu itu adalah ibu-ibu yg menurutku tidak begitu mengerti bahasa inggris, cuma bisa memberitahu kalau mau tanya jangan disini (menurut asumsiku dari gesture-nya yg terlihat). Temanku tersebut kesal sangat karenanya, dapat terlihat dari ceritanya di dalam bus. Tiket airbus pun dibeli namun secara cash dengan uang 500 HKD, soalnya pas mau pecahin uang 1000 HKD, dimintanya yg small.

Masih penasaran dengan Octopus Card yang belum didapat, akhirnya kembali ke dalam bandara untuk mencari Octopus Card. Temanku mencoba menanyakan ke bagian customer service MTR Airport Express. Dalam pikiranku tak mungkin ada la, itu bagian MTR kok ada jualan octopus card. Dan ternyata memang benar temanku menanyakannya disitu, disitu la dijual Octopus Cardnya seharga 150 HKD, dengan preload balance 100 HKD, 50 HKD untuk nilai deposit. Octopus cardnya tersebut dapat direfund kembali, namun bila kurang dari 3 bulan sejak tanggal pembelian akan di-charge 7 HKD.

Octopus Card

Untuk di Hong Kong, aku merekomendasikan untuk harus punya Octopus Card ini. Kartu ini sangat membantu untuk membayar MTR, cukup hanya dengan mendekatkan kartu (masih dalam dompet jg gpp) ke processor di entry/exit gate dan nilai balance serta biayanya akan ditampilkan pada layar gatenya. Octopus card ini juga dapat digunakan sebagai alat pembayaran di semua 7/11, bus, dll. Benar-benar memudahkan! Untuk informasi octopus card bisa diliat-liat disini.


Octopus Gate

Dan untuk airbus A11, bus dengan kode A merupakan bus yg memungkinkan penumpangnya untuk menaruh koper/luggage bawaannya. Untuk tiket yg sudah dibeli dimasukkan ke dalam semacam box celengan di dekat supir, jadi di busnya cuma ada supir, tidak ada kondektur sama sekali. Tempat duduk yg dipilih pun langsung di lt.2 terdepan. Di tengah atas, terdapat layar untuk memantau tempat menaruh kopernya. Tak lupa juga untuk kasih tau kl di dalam busnya terdapat free wi-fi!

Setelah kira-kira tau ini sudah sampai mana dan siap-siap untuk turunnya. Turunnya di Causeway Bay, dan dari yg semulanya aku mengira bakal turun dekat dengan bus stop dekat SOGO yg menjadi patokan untuk mencari bangunan tempat Chung Kiu Inn. Eh, ternyata turun malah ntah dimana yg tak ada gedung yg bisa dijadikan Patokan untuk mencari (padahal kl sekarang liat di peta, ternyata memang benar turunnya melewati SOGO untuk Airbus A11). Daerah dekat turunnya bus tersebut sepertinya daerah dengan market Indonesia, dapat dilihat dari adanya restoran Indonesia, tulisan dengan bahasa Indonesia dan mini market Indo Market. Setelah merasa berada ntah dimana, padahal sudah melihat peta untuk mencocokkan posisi sekarang, akhirnya salah satu temanku mencoba menanyakan ke kasir di Indo Market. Dia menanyakan arah dalam bahasa mandarin, eh, kasirnya ntah bagaimana taunya, dijawab dalam bahasa Indonesia :D

Chung Kiu Inn ini bisa dibilang seperti condo di apartemen yang dijadikan Hostel. Di ruang tengah terdapat 1 unit PC yg bisa dipakai untuk Internet-an. Ada free wifinya juga si. Untuk semalam ini, kamar dengan tiga single bed kami bayar 550 HKD. Ini Hostel juga terpilih karena seharusnya kami menginap 4 malam di YesInn, namun karena sistem booking ada masalah, ternyata malam tgl 4 tersebut tidak ada room yg available, jadinya cari-cari hostel yg lain, dan nemunya Chung Kiu Inn ini.

Ternyata di hostel juga disedikan peta dari Hong Kong Assosiation of Travel Agents. Peta ini lebih portable dan lebih mudah dibawa. Setelah check-in, saat mencari makan malam. Pilihan pun jatuh ke McDonald karena ada teman yg menyarankan untuk mencoba karena daging beacon yg digunakan ada pork beacon bukan beef. Tapi ternyata Big Mac-nya 100% beef juga ^_^. Sekitar lebih dari jam 8 PM ternyata Big Mac terdapat promo Happy Hour. Jadi paket Big Mac dengan French fries dan minuman soda harganya cuma 20 HKD. Sayangnya aku gk tau itu jadinya cuma beli Big Mac untuk 17.6 HKD. Dan untuk pembayarannya total 57.6 HKD, kami sepakat untuk menggunakan 1,000 HKD. Dan kasirnya pun (sepertinya) kebingungan. Dia langsung ngomong tuo chien, tuo chien (yang artinya uang besar, uang besar), yang nanti ada teman atau atasannya datang membuka cash register untuk ambil kembaliannya. Saya pun cuma tersenyum-senyum menahan tawa..

Sebelum mengakhiri malam, kami pun berjalan-jalan keliling sekitar Causeway Bay, ke SOGO, jalan di sekitar WTC, Times Square sambil melihat-lihat apa yg bisa dibeli dan cari-cari barang titipan. Dan di sebuah toko dimana aku beli barang titipan Shampoo Anti Hair Fall – “BAWANG”, saya ditanya apakah saya seorang Japanese :D Untuk ketiga kalinya aku dikira japanese :$

Untuk daerah Causeway Bay sendiri, ini termasuk kawasan yg ramai jalanannya karena banyak tempat shoppingnya. Bisa terlihat dari gambar dibawah suasana di jalannya padahal waktu sudah sekitar jam 10 PM.

Suasana jalan depan WTC jam 10 PM

Percival St. mau ke Times Square 10:43 PM


About this entry