March 2011 Holiday – One full day in HK without tour guide

Diantara rombongan kami bertiga, belum pernah ada yang jalan-jalan ke HK, jadi keputusan untuk tidak mengambil tur untuk jalan-jalan di kotanya bisa dibilang keputusan yg cukup berani, berhubung tidak ada yang bisa bahasa Cantonese, dan untuk Putonghua saja, tidak ada yg bisa dikatakan fluent. Namun seharian tersebut bisa terbilang lancar dan banyak tempat-tempat yg dapat dikunjungi bila dibandingkan mengambil paket tur, menurutku.

Maret 5, pagi hari tersebut telah diset sebelumnya untuk mencari sarapan di ‘pinggiran’. Namun tidak akan ditemukan ‘pinggiran’ atau penjualan makanan dengan gerobak seperti di Jakarta. Untuk di sekitar YesInn, Fortress Hill, dalam perjalanan menuju MTR Fortress Hill, terdapat toko roti, yoshinoya, namun kami terus melanjutkan pencarian yg berakhir di dalam lantai ground suatu gedung. Tak ada yg punya ide kalau itu nama tempat makannya apa. Namun karena terlihat cukup ramai dan sudah tak tau lagi mau mencari sarapan seperti apa, jadi pilihan pun jatuh ke situ.

Untuk breakfast set-nya ada banyak pilihannya dan range harganya antara 15 – 25-an HKD. Karena aku sangat terobsesi dengan pork di HK, maka aku pun pilih menu Deep Fried Pork Chop. Biar gak belepotan omong nama menunya, jadi aku omong ke kasirnya dengan kode menunya. Ok, lalu ditanyakan mau minum apa? Aku pun bertanya apa aja yg bisa dipesan dengan kira-kira “What’s available?”. Ntah aku yg salah menggunakan kata atau dia yg tidak mengerti. Ya sudahlah, pesan Hot Tea saja :| Karena saya melihat orang didepan saya sebelumnya menggunakan Octopus Card untuk membayar, jadi pun saya ikut-ikutan bayar pakai Octopus Card untuk 22.5 HKD :D Receipt kasir kemudian dibawa ke tempat pengambilan.

deep fried pork chop w/ hokkaido milk scrambled egg

Wow, ternyata pork chopnya ditemani scrambled egg yg sangat enak, Hokkaido Milk Scrambled Egg. Setelah melihat tisu yg diberikan, ternyata nama resto fasfoodnya “Café de Coral”. Menu yang aku sangat rekomendasikan untuk dicoba! Perut sudah terisi, saatnya untuk memulai petualangan di HK, menuju The Peak \:D/

Dari Fortress Hill menuju Central dengan MTR, ambil exit J2, begitulah panduan yang diberikan dari situs thepeak.com. Begitu keluar dari exit J2, merupakan Chater Garden. Dan terlihat tower Bank Of China yg arsitekturnya sangat mudah dikenali. Panduan menuju The Peak Tram sesuai peta termasuk mudah untuk diikuti. Dan dalam perjalanan menuju The Peak Tram terdapat gereja St. John’s Cathedral.

Sekitar jam 09:30 AM sampai juga di The Peak Tram, untuk jam segitu di hari sabtu, jumlah antrian pengunjungnya masih terlihat lengang. 56 HKD diperlukan untuk membeli tiket return + sky terrace pass. Sky terrace pass digunakan untuk naik ke atap/lantai teratas dari The Peak Tower dimana kamu bisa melihat panorama 360 untuk Hongkong Island. Dari pembelian tiket Peak Tram tersebut, juga diberikan kartu yg dapat digunakan nantinya di The Peak Tower untuk mendapatkan penawaran menarik. Salah satu penawarannya yg terpakai adalah diskon 10% untuk HTM Madame Tussauds.

Perjalanan tram untuk naik, memakan waktu sekitar hampir 15 – 20 menit (gak berasa lama de dalam tramnya :D ). Selama di the peak, kami pergi ke Madame Tussauds (tentunya), ke Sky Terrace dan kemudian jalan-jalan ke sekitar The Peak Galleria untuk mencari makan siang, dim sum. Tidak ada yg menarik setelah berkeliling-keliling, akhirnya memutuskan untuk segera turun dari The Peak. Dan sekitar jam 1 PM, ternyata yg mau naik ke atas, antrian membludak ramainya. Untungnya saja kami set pagi untuk naikknya. Next destination: Ladies Market di Kowloon.

view ke arah central dari sky terrace

The Peak Tower - The Peak Galleria

Untuk sampai ke Ladies Market dapat MTR ke station Mongkok dari station Hong Kong yg dapat ditempuh dari jalur Central, namun kami memilih naik starferry untuk menyeberang ke Tsim Sha Tsui, sambil cari makan :D Dari Chater Garden sebelumnya menuju Central Pier, ada melewati Statue Square. Lanjut lagi ke pencarian makan siang, hingga ke dalam World Wide Plaza, yg suasana di dalamnya seperti di plaza beruko yg asal pedagangnya beraneka ragam.  Disini juga susah menemukan tempat makan yg ‘pas’, jadinya langsung dari WW Plaza ini menuju dermaga Central Pier via jembatan penyeberangan orang dengan jarak sekitar 400an meter. Akhir pemburuan makan siang pun berakhir di resto fastfood Subway *sigh*.

Penyeberangan dengan ferry selama kurang dari 10 menit, dilanjutkan dengan jalan lagi ke arah MTR Tsim Sha Tsui. Terdapat 1881 Heritage yang bisa disinggahi. Beruntung sekali kami ini, tidak ada rencana sama sekali untuk singgah di tempat seperti ini di jadwal, namun ada saja kesampaian untuk singgah berfoto-foto, seperti Kowloon Park.

1881 heritage front

Ladies Market ini terbentuk dari pedagang yg membuka kios di pinggir jalan. Pada Ladies Market ini tidak hanya menjual barang-barang yg berkaitan dengan ladies saja seperti dinamanya. Bisa ditemukan pernak pernik yg berkaitan dengan HK, seperti gantungan kunci, hiasan meja, magnet. Ada yg jual tas, pakaian, action figure, lingerie, mousepad dengan bantalan breast hingga kartu remi porno! Yah, hampir semua bisa kamu cari disini, tapi untuk barang-barang bermerk, sepertinya bukan original. Dan untuk harga, tidak ada yang fix, semua tergantung kemampuan tawar menawar. English mereka dibawah rata-rata, jadi untuk bargain, akan diberikan kalkulator, kemudian masukkan angka yg mau dibayar atau mereka mau jual. Tidak puas dengan harganya?! Lanjutkkan saja perjalanannya, masih banyak toko yg sama yg menjual item yg sama. Mungkin saja kamu bisa dapat barang dengan best price. Jangan seperti temanku yg merasa ‘dipukul’ karena dia menanyakan harga untuk item yg sama di toko berikutnya. Hal tersebut dapat merusak mood!

Selesai shopping, kami pun kembali mencoba mencari tempat makan dim sum. >_< hedeh-hedeh, susah sekali, dengan panduan lonely planet dan google maps, lokasi tempatn makannya seperti hantu yg tidak bisa ditemukan @_@, akhirnya masuk saja ke restoran yg ditemui dan makan mie kuah dengan kaki babi (pork lagi :D ). Hampir seharian kami berjalan kaki, akhirnya kami istirahat duduk-duduk di Kowloon Park, sambil menikmati free wifi dari gov HK.

Next, kami pun melanjutkan pencarian “Aji Ichiban” untuk mencari oleh-oleh cemilan, namun pencarian Aji Ichiban dari app Lonely Planet iPhone temanku, malah dibawa ke Aji Ichiban yg restoran >_<.. Gagal ketemu, ya sudah, mencoba jajanan pinggir jalan HK, yaitu fish ball. Baksonya termasuk cukup kenyal untuk dikunyah lo, jadi mengurangi kenikmatannya. Dan dari sekitar jalan Nathan Road pun kami berjalan menuju Avenue Of Stars yang katanya merupakan tempat terbaik untuk menikmati Symphony Of Light jam 8 PM. Symphony of light merupakan pertunjukan musical yg ditampilkan dengan gedung-gedung tinggi di pinggir HK Island memainkan lampu sesuai dengan ritme music yg diputar.

avenue of stars

Seusai Symphony of Light kami pun berjalan menyusuri pinggir avenue of stars menuju dermaga untuk kembali ke daerah Central menggunakan ferry. Terdapat landmark Clock Tower dalam perjalanan pulang. Lagi-lagi hoki ni, dalam perjalanan ke station MTR Hong Kong, ada Aji Ichiban di dalam subwaynya yg jualan cemilan..Shopping lagi buat oleh-oleh. Benar-benar tak disangka. Perjalanan hari tanpa tour ini diakhiri di tempat makan Cantonese yg mie goreng (babi)nya tidak seperti mie goreng di Indonesia. Wkk, padahal bila dilihat dari display gambar di depan ada yg mirip mie goreng di indo.

mie goreng cantonese


About this entry