March 2011 Holiday – One day in Macau from HK

Selain Hong Kong. Macau juga kami kunjungi selama 1 hari dan pulang pada malamnya karena akan tetap pulang menginap di YesInn. Perjalanan ke Macau ini ditempuh dengan ferry TurboJet selama 1 jam. Untuk waktu keberangkatan kami menyesuaikan ketibaan di loket pembelian tiketnya, dan langsung membeli tiket pulang yg jam 10:45 PM. Untuk tiket HK – Macau seharga 146 HKD dan Macau – HK dengan 176 HKD. FYI, kalau untuk ke Macau dari HK juga akan melewati bagian imigrasi, jadi harap passportnya dibawa, namun tidak kena Visa on Arrival ataupun pengurusan Visa di HK. Dan untuk mata uang macau MOP (Pataca), tidak perlu dipersiapkan, uang HKD dapat dipergunakan disana. 1MOPnya ekuivalen dengan 1 HKD. Namun secara kurs adalah 103 MOP = 100 HKD

Untuk pergi ke pelabuhan ferry tersebut, kami mengikuti petunjuk yang terdapat di situs tourism macau, yakni ke stasiun MTR Sheung Wan dan keluar ke arah Shun Tak Centre. Dan kami pun menanyakan arah pada penjaga disana, karena kami tidak tau harus keluar dari Shun Tak Centre atau tidak. Ternyata loket penjualan tiketnya ada di lt.2 (atau di 3, aku lupa). Dan dari sekitar situ akan terdapat jalan ke ruang tunggu boarding ke ferrynya.

Setibanya di pelabuhan macau, tentunya yang dicari adalah peta gratis dari tourism Macau. Untuk macau, tidak terdapat booth khusus untuk informasi tourism, namun petanya terdapat pada orang-orang yang menawarkan jasa tour di Macau. Petanya bisa kamu minta, gratis! Namun kemudian orang yang memberikan akan melanjutkannya dengan menawarkan jasa guide untuk tour di macau. Silahkan tolak saja, kalau memang sudah ada plan sendiri, seperti kami :) .

Macau Harbour

Saya yang sebelum di HK sudah browsing-browsing dan melihat-melihat di suggested tour by walking. Dan untuk point pertama yg harus kami kunjungi adalah monument Lotus Flower yang sangat dekat dengan pelabuhan. Karena jaraknya dekat, dan seharusnya bisa ditempuh dengan berjalan kaki, tapi kami pun harus memilih dengan bus, karena tidak kelihatan adanya trotoar yang dapat kami lewati. Kami pun melewati underpass untuk menyeberang ke terminal bus, namun ternyata itu bukan bus public. Salah besar! Sempat bolak-balik, ternyata untuk halte bis umumnya ada di sebelah kanan. Jalan ke arah kanan setelah keluar dari pelabuhannya -_-a.

Bus yg kami naiki adalah 10 A. Tidak bisa menggunakan Octopus Card pada bus di Macau, jadi harap menyiapkan uang receh untuk dimasukkan ke celengan dekat supir, dan tidak ada kembalian bisa lebih. Untuk biaya 10 A adalah 3.3 MOP. Dan kami turun di halte yang persis berada di area monument Lotus Flower tersebut.

Lotus Blossom Statue

Di dekat sana juga terdapat museum Wine dan Grand Prix. Untuk museum Grand Prix dan Wine ini ada didalam gedung yang sama, namun untuk masuk ke dalamnya ada yg gratis, ada yg musti bayar. Adalah museum Wine yg akan merogoh kocek kamu sebesar 15 MOP dan juga akan memberikan kamu kesempatan untuk mencicipi wine. Karena ada 1 teman yg tak mau, jadi kami hanya mampir ke museum Grand Prix saja.

Gran Prix Museum & Wine Museum

Dan dari situ kami melanjutkan perjalanan ke Macau Fisherman’s Wharf, tempat/taman modern yg ada panggung, tempat makan dan hotel, lokasinya sepanjang pinggir teluk dari dekat lotus flower sampai keluar dekat ke Macau Cultural Centre. Tempat yg bagus untuk berfoto-foto \:D/

Macau Fisherman's Wharf

Karena tidak ada tempat makan yg menarik (yg ada dim-sumnya) akhirnya perjalanan dilanjutkan. Begitu keluar dari Fisherman’s Wharf, selain Macau Cultural Centre, juga terlihat Macau Science Centre. Bentuk bangunan ini bisa dijadikan patokan karena keunikannya. Selama keluar dari Fisherman’s Wharf hingga ke Science Centre, ternyata suasana jalan rayanya sepi, jadinya 1 temanku nyanyi-nyanyi sambil jalan –a. Dan akhirnya makan siang di McD yg ada di dalam Macau Science Centre *sigh*.

Macau Cultural Centre

Macau Science Centre

HTM untuk Macau Science Centre adalah 25 MOP. Sewaktu kamu membayar dengan HKD, kamu mungkin saja akan mendapatkan kembalian uang Pataca-nya Macau. Untuk cuma 25 MOP, saya merekomen tempat ini untuk dikunjungi buat yg belum pernah masuk ke semacam science gallery ini. Di dalam sana kamu dapat melihat bermacam-macam galeri yg dapat kamu cek di situs Macau Science Centre. Kamu tidak akan merasa kebosanan dengan ilmu-ilmu science yang tak bisa kamu mengerti seperti fisika atau matematika. Sebab penyajian galerinya ada yang berupa permainan ataupun dikemas dengan warna-warna yg cerah seperti pada bagian Children Science. Pada lantai-lantai teratas kamu akan menemukan alat-alat yang dapat mengukur daya lompat, berat badan, tinggi badan, tekanan darah, daya keseimbangan, dll. Disinilah saya sempat shock melihat tekanan darah yg ada di level di atas normal >_< “Untung”-nya Planetarium yang merupakan digital dome theater pertama di dunia yang dapat memproyeksikan gambar dengan 8,000 x 8,000 pixel tersebut, sedang dalam renovasi/perbaikan, bila tidak, kami dapat menghabiskan lebih banyak waktu lagi di situ, padahal kami ke macau hanya sehari.

Masih dari perjalanan dengan jalan kaki, tujuannya berikutnya adalah patung Kun Lam (Statue of the Goddess of Mercy). Tidak banyak yang dapat dilihat disini selain patung Kun Lam-nya itu sendiri yg merupakan pusat dari daya tariknya. Lanjut lagi ke landmark macau yg harus dikunjungi, yaitu Ruins Of St. Paul. Sebenarnya dalam plan kami seharusnya pergi ke A Ma Temple, namun karena banyak waktu yg dihabiskan di Macau Science Centre, apa boleh buat la. Lokasi Ruins Of St Paul jauh, sehingga perjalanan sudah tidak dengan jalan kaki lagi, tapi dengan taxi! Untuk taxi dari sekitar patung Kun Lam hingga ke Ruins Of St Paul menghabiskan 25 MOP. Setelah berfoto-foto dan keliling di Ruins of St. Paul, kami berjalan ke Mount Fortress yang ada di dekat Ruins Of St. Paul. Jalan di sekitar benteng banyak naikannya, jadinya mungkin setelah berjalan dari pagi hingga saat itu, membuat kedua temanku stop istirahat dan membiarkanku melanjutkan sendiri untuk naik ke atas lagi dimana terdapat museum macau.

Kun Lam Statue

Ruins of st paul

Tak terasa sudah jam 5 PM-an, kami pun menunggu taxi di taxi queue di dekat-dekat situ. Ternyata taxinya lamaaaaaaaaa >_<.. Dan pas ada taxi kosong yg lewat, eh distopin orang duluan yg tak nunggu di queue. Dan sepertinya taxi di situ memang lama, kami memutuskan untuk turun dari Ruins of St Paul ke arah Civil & Municipal Affairs Bureau. Fyi, ternyata sepanjang jalan turunnya tersebut banyak tempat untuk berbelanja, dan jalan tersebut bebas dari kendaraan.

Ternyata yg ngantri taxi di jalan besar ramainya bukan main x_x, dan langit pun menurunkan hujan gerimis waktu itu. Diputuskan bahwa kami pun akan berjalan (lagi-lagi jalan kaki) ke arah yg lebih jauh supaya bisa menstop taxi lebih dahulu. Jarak yg sudah ditempuh sudah lumayan jauh, dan frekuensi taxi kosong yg lewat sangat jarang, kami pun berhenti di titik dimana kami merasa sudah cukup terdepan untuk menstop taxi :D

Next destination, Wynn, Casino dan Hotel yang mempunyai atraksi Prosperity Tree dan Dragon Fortune serta performance lake. Untuk pertunjukan Prosperity Tree dan Dragon Fortune, lokasinya sama. Jadi setiap 30 menit, selang-seling bergantian shownya. Show pertama yg kami tunggu ternyata keluarnya Dragon Fortune. Dan setelahnya, kami mencoba masuk ke kasinonya, namun ternyata sebelumnya harus menitipkan tas terlebih dahulu. Dalam kasinonya, cuma melihat-lihat saja, tidak ikutan bet :P Sembari jalan dan melihat-lihat dan keluar dari kasino, ternyata sudah 20 menit. Jadi hanya perlu menunggu 10 menit lagi untuk Prosperity Tree. Selama kedua show tersebut berlangsung, banyak yang melemparkan uang koin mereka untuk berharap mendapatkan rejeki/peruntungan. Untuk show dragon fortune saya melewatkannya, jadi saya ikut-ikutan melempar di show Prosperity Tree :D

Dragon Fortune

Prosperity Tree show

Lagi-lagi, kami mencoba mencari restoran yg menyajikan dim-sum. X_X namun tetap tidak ada. Kami pun berjalan menuju mal sebelah wynn. Namun apa yg terjadi, ternyata sebelahnya itu juga ada casino, dan mal-nya menjual merek-merek luxury semuannya, restorannya cuma ada 1 yakni restoran jepang yg terlihat mempunyai menu-menu mahal. Hal ini diperparah lagi dengan seperti cuma kami ber-3 yg berkunjung. Tidak ada pengunjung-pengunjung lain yg berjalan atau berkeliaran >_<

Merasa no hope, dengan pencarian makan malam disekitar wynn. Kami pun kembali ke pelabuhan untuk mencari makan dan menunggu ferry ke HK. Selama perjalanan dari wynn ke pelabuhan, baru ketahuan gemerlapnya kasino di macau, dengan lampu-lampu yg kelap-kelip dan warna-warni. Siang-siang tidak terlihat sama sekali kalau banyak kasino yang akan mudah ditemui di Macau. Untungnya tempat makan di dalam pelabuhan ada dan enak, setidaknya dapat melepaskan stress susahnya mencari makan dim-sum (baik di HK maupun Macau).

Ternyata banyak yang mengantri untuk masuk ke dalam ruang tunggu boarding untuk ferry ke HK. Dan antrian tersebut adalah bagi mereka yg tidak mempunyai tiket ferry dengan jam tersebut namun ingin masuk ke ferrynya. Namun sepertinya antrian tersebut baru diperbolehkan beli (atau menggunakan tiket dengan jam yg lebih telat, belum bisa dikonfirmasikan bisa atau tidak, cuma mendapat info dari teman yg membaca postingan di internet.) tiketnya setelah semua yg punya tiket check-in.

Tiba di HK sudah hampir tengah malam. Dan kami mengasumsikan MTR sudah tidak beroperasi, jadi menggunakan taxi untuk pulang ke YesInn, Fortress Hill. Saat mendapatkan taxi yang pertama, dengan supir bapak-bapak, ternyata dia tidak tau alamat YesInn, dari peta yang terdapat pada business card YesInn. Jadi kami dioper ke taxi belakang. Supir taxinya yg kali ini juga tidak tahu persis, namun daerahnya kira-kira tau la, He say Okay, ya OK la. Meski tidak sampai di gedung tempat YesInn berada, namun beberapa blok sebelumnya.


About this entry