Learning Meditation Basic with Ajahn Brahm
Ajahn Brahm, seorang bikhu berkebangsaan Inggris yang merupakan salah satu guru meditasi yang terhebat yang pernah hidup, begitulah yang aku dengar dari event Micro Retreat. Pada Maret 2011 ini, beliau datang ke Indonesia dari 19 Maret hingga 29 Maret dalam event Ajahn Brahm’s Dhamma Tour in Indonesia. Pada event Micro Retreat tersebut Ajahn Brahm mengajarkan dasar-dasar meditasi beserta praktek langsung selama 20-25 menit kepada kurang lebih 2200 peserta. Meditasi tersebut dilakukan di tempat duduk masing-masing peserta.
Sebulan sebelumnya aku dikirimkan bahan meditasi, yakni buku Superpower Mindfulness yang merupakan tulisan dari Ajahn Brahm yang berisikan panduan-panduan meditasi. Dari waktu aku menerima buku tersebut hingga event Micro Retreat berlangsung, aku hanya berhasil membaca hingga Bab 1 selesai.
Well, guess what. Pada event Micro Retreat tersebut Ajahn Brahm yang mengajarkan dasar meditasi juga tidak melebihi dari Bab 1. Pada bab 1 ataupun melalui speech dari Ajahn Brahm memberitahukan bahwa untuk yang akan melalukan meditasi harus bisa melepas pikiran dari masa lalu, masa mendatang dan hanya perlu berfokus pada pernafasan. Intisarinya adalah let go. Lepaskanlah pikiran dari sesuatu yang telah terjadi dan dari masa depan yang tidak menentu. Itu lah dasar dari segala macam bentuk meditasi.
Juga ditambahkan oleh Ajahn Brahm, kalau selama meditasi, bila perlu batuk, ya batuk, bila ada yang gatal, ya silahkan garuk, jangan ditahan-tahan, dan bila perlu merubah posisi pantat, ya pindahlah. Buat posisi tubuh senyaman mungkin. Tidak ada yang perlu ditahan.
Setelah menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan meditasi, maka praktek meditasi pun dilakukan. Terdapat 2 sesi praktek meditasi. Dalam 2 sesi tersebut, ntah bisa dikatakan berhasil atau tidak aku meditasinya, karena aku merasa masuk ke alam tidur/bawah sadar selama waktu praktek meditasi. Sempat tak merasakan apa-apa alias tidur (barangkali). Terdapat jeda diantara sesi praktek tersebut, jeda tersebut adalah toilet break dan sesi tanya jawab. Untuk sesi tanya jawab disini ataupun tanya jawab yang dilakukan setelah sesi ke-2, ada yang menanyakan bila selama meditasi dilakukan apabila dia seperti masuk ke tidurnya itu apakah termasuk meditasi yang benar atau tidak? Dan Ajahn Brahm menjawabnya bahwa hal tersebut bagus atau bagus sekali. Karena hal tersebut termasuk dalam melakukan let go.
Ajahn Brahm juga memberikan cerita dalam jawabannya. Cerita tersebut mengenai terdapat 2 bikhu yang bermeditasi, yang satu berposisi duduk dengan punggung tegak lurus dan satunya lagi dengan posisi tubuh yang merunduk karena tertidur. Dan diceritakan kalau yang (lebih) berhasil dalam meditasinya adalah yang posisinya tertidur tadi. Karena yang duduknya tegak lurus itu berusaha selalu mengendalikan posisi tubuhnya, dan semakin mencoba mendapatkan kendali maka akan semakin sulit untuk dikendalikan. Oleh maka itu, lepaskan / let go.
Karena aku pernah membaca quote dari Dalai Lama yg berupa “Sleep is the best meditation”, maka aku pun makin yakin kalau tadi itu aku bisa terhitung telah melakukan meditasi. Meditasi pertama yang aku lakukan
Untuk meditasi itu sendiri, aku rasa itu tidak hanya dilakukan oleh umat Buddhis saja. Siapa saja dapat melakukannya, karena hal tersebut bersifat universal. Dan hasil buah dari meditasi dapat membuat yang melakukannya lebih bahagia atau mendapatkan ketenangan batin.
Happy Meditating
About this entry
You’re currently reading “Learning Meditation Basic with Ajahn Brahm,” an entry on My Journey To Somewhere I Belong
- Telah Diterbitkan:
- Maret 29, 2011 / 20:21
- Kategori:
- My Journey
- Kaitkata:
- ajahn brahm, ajahnbrahmkeindonesia, let go ego, meditasi, meditation, micro retreat







No comments yet
Langsung ke formulir komentar | comment rss [?] | trackback uri [?]